Mengenal Bahan untuk Peredam Suara

Artikel ini menjawab pertanyaan tentang Mengenal Bahan untuk Peredam Suara, mulai dari memahami permasalahan akustik ruangan, menganalisis karakteristik akustik ruangan, menetapkan sasaran kualitas akustik, memilih jenis bahan akustik peredam suara, dan mendesain aplikasi bahan dan panel di ruangan Anda.

Mengenal Masalah Akustik Ruangan

Apabila merancang ruangan yang mana salah satu fungsi utama ruangan tersebut adalah mendengarkan suara, seperti studio rekaman, auditorium, gedung konser, home theater, ruang rapat, kelas sekolah dan sebagainya, kita harus memperhatikan aspek akustiknya. Apabila rancangan tersebut tidak memperhatikan aspek akustik, maka dapat dipastikan fungsi ruangan tersebut menjadi gagal. 
Beberapa kejadian akustik yang terjadi di sebuah ruangan adalah room modes, reflection (pantulan), absorbtion (penyerapan), diffusion (penyebaran), diffraction (pembayangan), dan lain-lain. Kejadian akustik tersebut terdengar oleh pendengar sebagai gema (echo), dengung (reverberation), bass boomy-flat, dan lain- lain. Banyaknya gema, panjangnya dengung, dan lain sebagainya apabila digabung, akan membentuk sebuah karakteristik akustik ruangan. 
Contoh karakteristik akustik di sebuah multi function room adalah terdengarnya suara berulang (gema), waktu dengung ruangan (reverberation time) yang cukup panjang sampai dengan tujuh detik, serta karakter suara yang berubah menjadi lebih berat dan gelap. Apabila kita membuat event seminar di ruangan seperti itu, maka artikulasi kata-kata pembicara yang terdengar akan tumpang tindih. Selain itu, suara pembicara terdengar lebih dalam dan gelap sehingga membuat pendengar menjadi sulit untuk mendengarkan seminar tersebut. Dan apabila kita membuat acara musik, maka suara musik terdengar tumpang tindih dengan artikulasi nada yang tumpul. 

Menganalisis Karakteristik Akustik

Ada dua cara untuk menganalisis karakteristik akustik ruangan, yaitu analisis subjektif dan analisis objektif. Analisis subjektif adalah analisis berdasarkan indera pendengaran dan penilaian berdasarkan preferensi pendengar. Sedangkan, penilaian objektif adalah penilaian berdasarkan pengukuran parameter akustik atau simulasi software akustik. 
Analisis karakteristik akustik ruangan secara subjektif memiiki kelemahan, yaitu hasil analisis tidak akurat apabila dilakukan oleh orang yang telinganya tidak terlatih dan tidak mempunyai pengalaman. Ada beragam jenis alat ukur aksutik mulai dari yang sederhana, seperti real time analyzer, sampai alat ukur yang menyeluruh yang dapat mengukur reverberation time, dan parameter akustik spesifik, seperti EDT, D50, C50, dan sebagainya. Selain itu, kita juga dapat menganalisis karaketeristik akustik sebuah ruangan dengan simulasi perangkat lunak akustik, seperti Odeon atau EASE-AURA.  
Data hasil pengukuran akustik atau data output simulasi akustik ruang kemudian dianalisis untuk menentukan langkah-langkah yang diambil. Misalnya, menurunkan reverberation time atau mengeliminasi echo tanpa mengurangi reverberation.

Menetapkan Sasaran Kualitas Akustik Ruangan

Ada dua cara untuk menetapkan sasaran kualitas akustik sebuah ruangan. Cara pertama adalah menetapkan sasaran kualitas akustik sesuai dengan standardisasi yang telah ditetapkan. Cara kedua adalah menetapkan sasaran kualitas akustik melalui metode psiko akustik. 
Ada beberapa organisasi yang menetapkan standardisasi kualitas akustik, seperti ASA (Acoustical Society of America) dan ISO (International Standard Organisation), EN (European Nation), dan sebagainya. Contohnya adalah Standardisasi ANSI/ASA S12.60-2010 yang bertajuk American National Standard Acoustical Performance Criteria, Design equirements, and Guidelines for School. Pada standardisasi ini, ditetapkan reverberation time, nilai serap bahan akustik untuk plafon, jenis material untuk dinding, dan sebagainya. 
Metode penetapan sasaran kualitas melalui psiko akustik adalah dengan melakukan survei terhadap sekelompok orang yang akan menggunakan ruangan tersebut untuk mendapatkan parameter akustik yang ideal. Penetapan sasaran kualitas akustik berdasarkan psiko akustik lebih tepat diterapkan pada ruangan untuk mendengarkan musik karena setiap orang ingin mendengarkan suara musik dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, terkadang preferensi akustik setiap orang berbeda-beda sehingga digunakan metode survei untuk mendapatkan parameter yang tidak jauh dari harapan pengguna ruangan.
Metode manakah yang lebih tepat dan bagaimana cara mendapatkan parameter yang ideal? Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk dapat menentukan standardisasi yang sesuai untuk kondisi di Indonesia.

Jenis Bahan dan Panel Akustik Peredam Suara

Setelah mengetahui karakteristik akustik ruangan dan sasaran kualitas akustik yang akan dicapai kini saatnya dihitung kebutuhan nilai penyerapan, pantulan, dan sebaran suara untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Misalnya, kita membutuhkan bahan peredam suara untuk mengurangi reverberation time dari 5 detik menjadi 3 detik pada frekuensi 250 Hz. Kemudian, kita perlu memantulkan suara pada frekuensi 1000 Hz ke area tertentu dan menyebarkan suara frekuensi 2000 Hz pada sisi belakang pendengar.
Berikut ini adalah beberapa jenis bahan dan panel akustik peredam suara brand Acourete:
1. Acourete Fiber
Acourete Fiber adalah bahan peredam suara dengan densitas beragam densita mulai 300, 600, 800 dan 1000. Acourete Fiber terbuat dari anyaman serabut poly-propilene halus. Acourete Fiber memiliki kekuatan serap suara yang sama atau lebih baik dibandingkan bahan peredam lain yang tebalnya 10 kali lebih tebal. Berwarna putih dengan lebar 1.5m dan tebal mulai dari 4mm.
Acourete Fiber

2. Acourete Board
Acourete Board adalah bahan peredam suara berpori yang berbentuk softboard. Material ini terbuat dari serat polyester yang dipadatkan dengan densitas 230 kilogram per meter kubik. Material ini memiliki panjang 1.2 meter, lebar 0.6 meter, dan tebal 9 milimeter.
Acourete Board

3. Acourete Sinewave
Acourete Sinewave adalah polisilinder difuser yang bekerja efektif pada frekuensi tinggi. Modul ini didesain dengan menggunakan software CAD. Untuk pembuatan moulding, kami menggunakan teknologi CAM. Acourete Sinewave terbuat dari bahan plastik. Acourete Sinewave tersedia dalam dua warna, yaitu coklat dan hitam. Panel ini dapat dipasangkan dengan beragam pola. Pemasangan mudah dan cepat dengan sekrup yang telah disediakan.
Acourete Sinewave

4. Acourete Board Panel
Acourete Board Panel adalah sebuah panel peredam suara yang memiliki redaman suara pad frekuensi mid-bass dan treble. Redaman suara pada mid-bass berfungsi untuk mengatasi resonansi (room modes) dan redaman suara pada frekuensi tinggi berfungsi untuk meredam pantulan awal, echo, dan reverberasi.
Acourete Board Panel

5. Acourete Bass Trap
Acourete Bass Trap adalah bass trap yang bekerja dengan prinsip Helmholtz resonator. Bass trap ini bekerja efektif dalam mengurangi gangguan roo modes yang umum terjadi di sebuah ruangan. Acourete Bass Trap terbuat dari MDF dengan bahan peredam Acourete Board 230 yang kemudian diproses finishing dengan cat epoxy. Acourete Bass Trap tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu coklat dan hitam. Panel ini memiliki double mounting system sehingga dapat dipasang vertikal pada dinding atau horizontal pada plafon.
Acourete bass Trap

6. Acourete Diffuser
Acourete Diffuser adalah Quadratic Residue Diffuser dengan bilangan prima tujuh. Panel ini bekerja dengan baik pada range 500 Hz – 4000 Hz. Acourete Diffuser tersedia dalam dua model ukuran, yaitu 712 dan 706. Panel ini dibuat dari kayu MDF dan diselesaikan menggunakan cat epoxy untuk mengurang penyerapan suara oleh material MDF. Acourete Diffuser tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu coklat dan hitam. Panel ini memiliki double mounting system sehingga dapat dipasang vertikal pada dinding atau horizontal pada plafon.
Acourete Diffuser

Mendesain Bahan Akustik Peredam Suara

Setelah mengetahui jenis, jumlah, dan lokasi pemasangan bahan akustik peredam suara, tantangan berikutnya adalah memikirkan metode pemasangan, faktor keamanan, dan kesehatan, kemudahan perawatan, dan keindahan penampilan ruangan. Untuk mencapai hasil desain yang terbaik, diperlukan kerja sama yang baik pula antara perencana akustik, perencana arsitekur, dan kontraktor pelaksana.
Perlu dipikirkan untuk membuat rencana metode pemasangan bahan akustik peredam yang rapi, mudah, ekonomis, dan aman. Faktor keamanan bahan akustik peredam suara adalah apakah bahan tersebut memenuhi syarat keamanan atau tidak terhadap kebakaran. Banyak beredar bahan akustik peredam suara yang murah, tetapi dapat membahayakan kesehatan karena mengandung bahan yang yang menyebabkan gatal, gangguan pernapasan, dan dapat menimbulkan penyakit yang mematikan untuk jangka waktu yang panjang. Faktor kemudahan perawatan juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan, seperti debu yang menempel, bahan yang menyerap kelembaban, dan dapat dibersihkan dengan mudah. 
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah unsur keserasian bentuk dan warna bahan akustik peredam suara dengan desain interior ruangan. Mencari yang cocok agar tampilan bahan akustik peredam suara tidak mengganggu keindahan desain interior. Sehingga, hasil akhir ruangan tersebut terasa indah di mata serta indah pula di telinga kita.

Simpulan Akustik Peredam Suara yang Bagus

Untuk memilih bahan akustik peredam suara yang bagus, kita mesti mengenali terlebih dahulu masalahnya pada ruangan yang akan dipasang panel akustik. Kemudian, analisis bagaimana karakteristik akustik yang dibutuhkan dalam ruangan atau kontur bangunan yang dimaksud. Setelah menganalisisnya, kita dapat mengetahui solusi apa yang tepat untuk hal ini. Banyak produk terkait yang dapat diandalkan sebagai solusi akustik ruangan. Salah satunya adalah Acourete Board Panel. Bergantung juga pada permasalahan akustik di ruangan tersebut.
Jadi, bahan akustik peredam suara yang bagus itu sifatnya relatif. Tidak mutlak harus memakai bahan ini atau itu. Semuanya bergantung pada kebutuhan yang diinginkan dan kondisi kontur bangunan. Ibaratnya sebuah pakaian, tidak melulu pakaian yang bagus atau yang mahal cocok dikenakan setiap orang. Dilihat juga dari bahan pakaiannya, bentuk tubuh orangnya, situasi lokasinya, dan lain sebagainya. Kurang lebih seperti itu pengibaratannya. Pasang panel akustik peredam suara sesuai dengan kebutuhan kita dan kontur bangunannya.
demikianlah artikel mengenai Mengenal Bahan untuk Peredam Suara, semoga bermanfaat ya guys ^_^
Sumber : acourete


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel